Hukum dan Tradisi Mahar (Mas Kawin) Dalam Islam

Hukum dan Tradisi Mahar (Mas Kawin) Dalam Islam

Hukum dan Tradisi Mahar (Mas Kawin) Dalam Islam merupakan artikel yang membahas tentang hukum dan tradisi mas kawin. Mas kawin adalah hadiah yang diberikan oleh keluarga mempelai ke pengantin pria dan rumah tangga yang baru dibentuk pada saat pernikahan mereka. Secara historis sebagian besar masyarakat telah melakukan penawaran pergi ke keluarga suami mereka, dan seringkali perempuan tidak dapat memiliki properti secara hukum.

Suami akan bertanggung jawab terutama untuk kemakmuran ekonomi rumah tangga, sementara wanita akan mengurus anak-anak dan kebutuhan rumah tangga. Ketika seorang wanita atau gadis menikah dengan keluarga yang bertani, dia sering disambut sebagai pekerja lain. Namun, dalam keluarga yang lebih bergengsi, ia mungkin dipandang sebagai mulut lain untuk diberi makan. dan mas kawin merupakan tanda penting dari rasa terima kasihnya untuk menjadi anggota keluarga suaminya. Dalam islam Hukum dan Tradisi Mahar ini merupakan kewajiban.

Di jaman pertama pernikahan Islam adalah urusan sederhana, tanpa kemegahan atau upacara. Setiap pengeluaran yang terjadi dalam kinerjanya cukup minim, dan tidak membebani keluarga. Memang, Nabi menyatakan: ‘perkawinan yang paling diberkati adalah satu di mana pasangan perkawinan menempatkan beban paling sedikit satu sama lain’.

Saat ini, banyak kesulitan dan kesulitan dapat disebabkan oleh pengaturan dan pemberian mas kawin, harga pengantin dan mahar, belum lagi pesta pernikahan besar-besaran dan perayaan di beberapa budaya yang membawa beban keuangan yang paling tidak masuk akal pada keluarga yang bersangkutan. Perayaan yang melumpuhkan secara finansial benar-benar bertentangan dengan semangat Islam, dan tidak perlu. Mereka murni masalah budaya daerah tertentu. Tidak ada Muslim yang harus merasa berkewajiban untuk melanjutkan tradisi yang tidak Islami ini.

Bagaimana Hukum dan Tradisi Mahar Dalam Islam ?

Dalam ajaran islam hukum dari mahar merupakan kewajiban yang harus di bayarkan oleh suami. Ini merupakan anjuran dari Nabi kita Muhammad SAW. Ketika seorang suami tidak mau membayarkan mahar tersebut pada istrinya maka dia nanti mempunyai hutang atas sang istri.

Dalam masyarakat Indonesia hal ini sudah menjadi tradisi dimana seorang suami harus menyediakan mahar tertentu dalam pernikahannya. Tidak ada batasan untuk ukuran mahar ini, Andad dapat membayarkan mahar tersebut dalam jumlah besar atau jumlah kecil. Disini tergantung pada wali atau istri Anda. Demikian artikel Hukum dan Tradisi Mahar (Mas Kawin) Dalam Islam, semoga bermanfaat.

Share